PARANORMAL ACTIVITY 4 (2012)

Director(s): Henry Joost, Ariel Schulman Cast: Kathryn Newton, Matt Shively, Brady Allen, Aiden Lovekamp, Katie Featherston Runtime: 88 minutes Star: 

Oren Peli memberi kejutan di tahun 2007, atau lebih tepatnya 2009 silam. Dengan hanya mengandalkan bujet mikro dan setting minimalis, Paranormal Activity garapannya sukses menakut-nakuti penonton hampir di seluruh belahan dunia. Selain itu, film kecil yang keseluruhannya mengambil lokasi di rumah Peli sendiri itu dianggap mampu menghembuskan angin segar dan mempopulerkan sub-genre horor found footage, walaupun sebenarnya untuk tren sejenis sudah dimulai lebih dulu oleh Cannibal Holocaust (1980) dan The Blair Witch Project (1999). Dalam sekejap, Paranormal Activity pun berkembang menjadi franchise harta karun Hollywood yang turut menelurkan satu spin-off bercita rasa asia; Paranormal Activity 2: Tokyo Night (2010), di samping tiga film utamanya. Namun, sehebat apapun sebuah franchise, lambat laun bisa kehilangan tajinya bila sekadar dijadikan mesin pengeruk uang belaka tanpa dibekali inovasi yang berarti. Ini kenyataan. Meski tetap kembali duduk di kursi sutradara pasca kesuksesan Paranormal Activity 3 kemarin, duo Henry Joost dan Ariel Schulman yang berangkat dari film dokumenter tentang Facebook social networking; Catfish (2010), tampaknya mulai kebingungan bagaimana menghadirkan kembali momentum yang sudah dibangun di film sebelumnya, di mana harus diakui instalmen terbarunya ini mulai terkesan dipaksakan.

Lima tahun setelah insiden terakhir di Paranormal Activity 2, kali ini sebuah keluarga yang menetap di Nevada harus berurusan dengan tetangga seberang rumahnya yang misterius. Alex (Kathryn Newton), putri sulung keluarga tersebut yang pertama kali mulai curiga ketika anak dari tetangganya; Robbie (Brady Allen) harus tinggal bersama mereka untuk sementara waktu selagi ibunya dirawat di rumah sakit. Sejak kedatangan Robbie itulah hal-hal gaib mulai terjadi di sekitar rumah lewat kehadiran sesuatu yang tak kasatmata.

Dengan ending yang mengingatkan akan The Last Exorcism (2010), Paranormal Activity 3 sebenarnya sudah menjaga antusias penonton supaya tetap menantikan apa yang bisa dihadirkan di film berikutnya. Sayangnya, alih-alih membawa kita menelusuri konsep yang sudah cukup menarik itu, Paranormal Activity 4 seakan hanya mengemas ulang beragam adegan lama ke dalam cerita baru yang terkesan hanya memanjang-manjangkan kisahnya saja. Mengulang formula yang masih sama seperti sebelumnya, seperti pintu yang terbuka sendiri, benda jatuh tanpa sebab, suara-suara aneh, hingga selimut yang ditarik oleh kekuatan gaib, bumbu-bumbu lama tersebut malah mulai terasa usang. Apalagi melihat kenyataan bahwa narasinya tidak memberikan jawaban yang diharapkan penonton. Bagi yang berharap adanya eksplanasi kompeten terhadap mitologinya lebih lanjut, hampir dipastikan bakal kecewa. Naskah Christopher Landon kali ini semata-mata mengabaikan pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab dan malah menimbulkan pertanyaan baru. Sebagai sekuel langsung dari film keduanya, jalan cerita yang ditawarkan tidak banyak menjawab latar belakang apapun. Skripnya juga tidak memberi gambaran jelas mengenai kehidupan Katie dan Hunter, melainkan malah memunculkan plot hole secara bersamaan dengan twist yang terasa konyol.

Satu-satunya elemen yang bisa dibilang orisinil adalah penggunaan sensor Kinect Xbox 360 untuk memproyeksikan sensor gerak berbentuk dot di ruang tamu, mengajak penontonnya melihat figur atau bentuk tak kasatmata yang bergerak di sekitar ruangan. Namun tentu saja, elemen ini akhirnya hanya menjadi gimmick murahan belaka. Sebagai kredit ekstra, penampilan memikat Kathryn Newton sebagai tipikal gadis remaja ceria nan adorable setidaknya punya andil cukup besar yang sanggup membuat filmnya masih bisa dinikmati dan membuat penonton melupakan segala kekurangannya.

Paranormal Activity 4 jelas merupakan yang terlemah sekaligus mengecewakan dari keseluruhan instalmen. Semoga saja film kelimanya nanti akan menjawab segala pertanyaan yang menggantung dan menawarkan kejutan baru. Tapi untuk sementara, ada baiknya kita tidak berharap terlalu banyak dulu. Sebagai tambahan, jangan lupakan kemunculan post-credits scene misterius di penghujung film ini, yang didefinisikan sebagai “sepupu” dari Paranormal Activity, tapi konon bukan berupa sekuel, reboot, bahkan spinoff, melainkan versi lain dari Paranormal Activity dengan nuansa latin yang kental dan akan menengahkan mitologi paranormal berbasis Katolik. Kabarnya, Christopher Landon yang bakal kebagian menggarapnya. We’ll see

Advertisements

Posted on 14/02/2013, in Movies and tagged . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Doesn’t surprise me that this is the weakest yet 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: