I Spit on Your Grave (2010)

Seorang novelis bernama Jennifer Hills (Butler) menyewa sebuah kabin yang letaknya berada di tengah hutan pinggiran kota kecil untuk menulis novel berikutnya. Lingkungan kabin yang sepi nampaknya memang menjadi tempat yang nyaman untuk mencari inspirasi yang siap dituangkan ke dalam tulisan. Setidaknya, mungkin itu yang ada di pikiran Jennifer. Karena pada kenyataannya, kehadiran Jennifer sejak awal di sebuah tempat pengisian bahan bakar menarik perhatian beberapa pemuda lokal yang sudah menunjukkan gelagat tidak baik. Singkatnya, sekelompok pemuda tersebut menghampiri kabin dimana Jennifer tinggal, menyiksa dan memperkosanya secara brutal, lalu meninggalkannya begitu saja. Jennifer tentu tidak tinggal diam. Balas dendam pastinya akan jauh lebih kejam dan Jennifer siap untuk membalikkan keadaan.

Inilah sebuah remake dimana versi orisinilnya dengan judul yang sama sempat menuai kontroversi dan menjadi cult ketika dirilis tahun 1978 karena mengumbar adegan-adegan pemerkosaan dan kekerasan yang ekstrim. Selain itu, filmnya juga dicekal dan dilarang penayangannya oleh beberapa negara, khususnya Eropa dan Inggris. Larangan tersebut akhirnya baru dicabut setelah mendapat guntingan sensor habis-habisan. Bagi pecinta horror dan thriller, tentu yang namanya ‘larangan’ justru akan semakin membuat penasaran dan filmnya semakin dicari-cari. Saya sendiri belum pernah menyaksikan versi orisinilnya, sehingga tidak bisa memberikan perbandingan yang signifikan antara orisinil dan remake-nya.

Jujur, tak ada yang istimewa dari segi cerita, selain balas dendam semata. Lupakan plot, karena ini hanya tentang eksploitasi adegan pemerkosaan maupun siksaan-siksaan demi mewujudkan ego dari sang penulis cerita. Berbagai variasi siksaan demi siksaan disajikan blak-blakan. Beberapa mungkin mengingatkan dengan film Saw. Temponya terbilang cepat, karena anda tak usah menunggu berlama-lama untuk bisa ‘menikmati’ hidangan utamanya.

I Spit on Your Grave memang bukan film yang mudah disukai banyak orang, mengingat tingkat kebrutalannya bukan untuk konsumsi umum dan tentunya bisa menyinggung khususnya kaum wanita. Bahkan kaum pria pun belum tentu suka. Tapi buat pecinta horror dan thriller seperti saya, tentu film ini memiliki momen-momen yang mungkin terdengar sakit bila saya anggap ‘menghibur’. Adegan-adegan balas dendamnya bisa jadi terlihat keterlaluan, tapi cukup memuaskan dari satu sisi. Karena setelah apa yang dialami Jennifer, rasanya semua itu sah-sah saja. Toh, disini kita tidak berbicara keadilan secara hukum. Karena sosok sheriff sebagai aparat penegak hukum yang seharusnya menjadi pelindung disini pun malah menjadi pelaku utama.

Kekurangan yang saya temui adalah proses pengembangan karakter Jennifer yang rasanya terlalu instan perubahannya dari wanita baik-baik menjadi seorang pembunuh yang sadis. Bagaimana Jennifer bisa merencanakan segala aksi-aksi balas dendamnya yang terlihat begitu solid setelah menghilang selama beberapa saat, dan tiba-tiba muncul begitu saja lalu memburu satu-persatu para korbannya? Semua karakter-karakternya terasa dangkal satu dimensi. Khususnya figur seorang sheriff yang digambarkan sayang istri dan anaknya, tapi tak dibarengi dengan motivasi kuat kenapa sampai setega itu.

Masih terasa kurang secara keseluruhan sebagai sebuah remake, namun tidak sampai buruk juga karena setidaknya masih menyajikan suguhan thriller balas dendam yang cukup ‘fun‘ untuk dinikmati. Setelah ini, saya semakin penasaran dengan versi orisinilnya yang kabarnya jauh lebih vulgar dan kontroversi.

Durasi: 107 menit   Rating:  

Advertisements

Posted on 18/02/2011, in Movies and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. willy ramadhan

    Saya sudah liat versi aslinya, jauh lebih brutal dan lebih sadis. Di versi originalnya tdk ada sherif , walau pun dibilang sudah banyak yg di potong habis 2 an, versi originalnya jauhh lebih sadissss.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: